(Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah)
Assalamu'alaikum wr. wb.
Kunjungan kali ini saya memilih di Perpustakaan daerah Malioboro. Kenapa saya memilih tempat tersebut? Hal ini karena saya tertarik bagaimana suasana perpustakaan yang ada di tempat ramai seperti Malioboro.
Saat saya mengunjungi perpustakaan daerah Malioboro, yang saya tahu hanya ya, perpustakaan yang ada di daerah Malioboro. Dan saya pikir, perpustakaan ini sama dengan perpustakaan lainnya. Ternyata, ada keistimewaannya yaitu bukan hanya perpustakaan tetapi juga arsip daerah. Maka dari itu saya baru tahu ternyata namanya adalah BPAD, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah.
Kamis (26/11/2015), saya mengunjungi BPAD yang awalnya saya tahu adalah perpustakaan biasa seperti pada umumnya. Pertama yang saya tuju setelah saya masuk adalah meja informasi. Ternyata saya langsung diminta mengisi buku seperti buku tamu. Disitu saya ditanya, apakah ada KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) untuk sebagai ijin masuk. Hal ini saya rasa seperti kartu anggota. Setelah itu, saya mendapat kunci loker untuk menyimpan barang seperti halnya di perpustakaan lain.
Dalam perpustakaan tersebut ada 2 lantai. Pada lantai pertama, suasananya sangat klasik. Memasuki bagian utama ruang bacanya, kita dianjurkan melepas alas kaki. Lantainya pun beralaskan kayu, dan ini menambah kesan jawa yang kental. Di lantai satu ini, koleksinya berisi tentang arsip daerah. Seperti koran-koran lama, majalah-majalah lama dan tabloid, dll. Pokoknya yang jadul-jadul. Ini benar-benar menarik, soalnya unik aja. Namun, saat itu pengunjungnya cuma tiga itu pun dengan saya dan teman saya. Menurut saya cukup sepi. Berikut beberapa dokumentasi yang dapat saya ambil.
Meja Informasi
Ini area membaca, dan harus melepas alas kaki.
Ada di tengah ruangan.
Pada lantai 2, disana terdapat lebih banyak buku. Namun, bukunya berkisar tentang sejarah dan budaya. Dan sebagian besar lingkup Jogja.
Suasana yang ada di lantai dua tidak jauh berbeda dengan lantai satu, klasik, temaram, yah Jogja banget pokoknya. Pengunjungnya juga hanya beberapa, em.... beberapa saya kira mahasiswa, ada bapak-bapak, dan ada juga satu orang bule. Entahlah, sebenernya saya pengen wawancara beliau. Tapi takut jikalau nanti beliau gak bisa bahasa Indonesia, hehehe. Berikut beberapa dokumentasi yang saya ambil di lantai 2.
Suasana yang ada di lantai dua tidak jauh berbeda dengan lantai satu, klasik, temaram, yah Jogja banget pokoknya. Pengunjungnya juga hanya beberapa, em.... beberapa saya kira mahasiswa, ada bapak-bapak, dan ada juga satu orang bule. Entahlah, sebenernya saya pengen wawancara beliau. Tapi takut jikalau nanti beliau gak bisa bahasa Indonesia, hehehe. Berikut beberapa dokumentasi yang saya ambil di lantai 2.
Ini adalah ruang diskusi
Terdapat beberapa dokumentasi peristiwa-peristiwa penting
yang dulu pernah terjadi di Jogja
Saat itu saya penasaran, kenapa hanya beberapa koleksi saja yang ada di sini. Dan petugas yang ada di meja informasi mengatakan bahwa mereka sedang dalam proses pindahan lokasi ke dekat JEC, oleh karena itu untuk koleksi yang umum ada disana.
Sekian analisis saya terhadap apa yang saya kunjungi. Terimakasih sudah membaca blog saya. Mohon komentarnya jika ada yang kurang.
Wassalamu'alaikum wr. wb.



















Tidak ada komentar:
Posting Komentar