Rabu, 02 Desember 2015
Rabu, 18 November 2015
Minggu, 08 November 2015
Kunjungan ke Benteng VREDEBURG Yogyakarta
Kunjungan kali ini adalah ke benteng Vredeburg Yogyakarta. Ini pertama kalinya saya masuk ke benteng ini. Sebelum ini saya sudah pernah ke daerah ini, namunn tidak sempet memasukinya. Wah.... rasannya deg-degan.
Sore, setelah pulang kuliah saya dan teman saya (Sheli) menyempatkan diri untuk JJS alias Jalan -jalan Sore ke Benteng Vredeburg menggunakan motor. Itu sekitar jam 4 atau setengah 5 an. Saya senang, karena selain pengalaman pertama masuk ke benteng juga pengalaman pertama jalan-jlan sore di Jogja pake motor dan gratis pula (nebeng), hehehehe (terimakasih Sheli ^_^). Jalan-jalan ini saya gunakan untuk mengenal jalan Jogja karenna saya tergolong anak Jogja baru dan agar besok-besok saya bisa ngajak temen-temen yang lain buat ngetrip bareng-bareng pake motor, kan asyik tuh.......
Sore itu di benteng masih ada acara pameran museum yang ada di Jogja, namun sayangnya saat saya sampai di sana acaranya sudah akan tutup karena hari sudah sore. So, saya hanya dapat beberapa foto dan itupun gak dapet infonya. Yah.... sedih sih, tapi mau gimana lagi. Akhirnya saya dan Sheli jadi narsis-narsis ria.
Oh... iya, saat itu juga ada banyak pengunjung yang sepertinya komunitas fotografer. Keren-keren pokoknya. Jadi bisa liat banyak orang bergaya dengan kostum sesuai tema mereka masing-masing.
Ini beberapa dokumentasi yang dapat saya ambil ....... ^_^
Ini area pertama setelah pintu masuk benteng
Saat kami mulai masuki daerah yang lebih lanjut terdapat pameran museum yang ada di Jogja. Yah... meski sampai disana kondisinya sudah akan tutup, tapi saya sempat mendapatkan beberapa dokumentasinya....
Ini beberapa foto yang dapat saya ambil saat acara hampir tutup.
Yah, meski tidak banyak yang saya dapatkan namun pengalamannya itu lho yang gak terlupakan. Saya senang bisa mengenal kota Yogyakarta. Terimakasih Jogja.
Sekian jalan-jalan dari saya. Terimakasih sudah menyempatkan diri untuk membacanya. See You leter......
Jumat, 02 Oktober 2015
Kunjungan ke Museum Afandi Yogyakarta
Untuk kali ini saya mengunjungi Museum Afandi Yogyakarta. Lokasinya dekat dengan UIN Sunan Kalijaga, lebih tepatnya sebelah timurnya perpustakaan UIN Sunan Kalijaga.
Sebenarnya saya dulu waktu masih di MAN Purworejo sudah pernah mengunjungi Museum Afandi, namun karena perginya berombongan akhirnya diputuskan hanya beberapa yang masuk ke dalam museum. Ini untuk menghemat biaya dan kebetulan saya dapat jatah yang gak masuk ke dalam museum. Jadi hanya bisa foto-foto diluar deh.
Tujuan kunjungan saya kali ini adalah untuk menyelsaikan tugas makul Pengantar Ilmu Perpustakaan dengan dosen Ibu Labibah. Kepada beliau, saya mengucapkan terima kasih karena telah menugaskan untuk mengunjungi museum-museum yang ada di Jogja terutamanya. Dengan adanya tugas ini, saya jadi harus bisa melungkan waktu untuk berkunjung ke museum sekaligus lebih mengenal Jogja. Yah, baru beberapa daerah sih yang saya tahu. Itu pun dengan naik TJ.
Baiklah, sekarang kita bahas tentang apa aja yang ada di Museum Afandi. Untuk masuk ke Museum Afandi memerlukan biaya sebesar Rp 10.000,- per orang dan akan mendapatkan tiket masuk dan lembaran panduan (denah) di Museum Afandi. Apabila ingin mengambil gambar membayar Rp 10.000,- per kamera.
Di dalam Museum Afandi terdapat 3 ruangan : ruangan pertama, menurut saya ruangan ini berisi lukisan dan patung karya
Afandi, piagam penghargaan yang diperolehnya, barang-barang yang dulu dipakai oleh Afandi baik untuk melukis ataupun dalam kehidupan sehari-hari.
Sebelum ke ruangan yang kedua, kita akan melewati makam dari Afandi dan juga istrinya.
Ruangan kedua berisi sebagian besar lukisan. Saya kurang paham gimana menggambarkan makna dalam lukisannya.
Dan ruangan ketiga berisi lukisan tapi menurut saya seperti terbuat dari benang, dan juga ada video dari Afandi.
Nah, sekian dulu kunjungn saya di Museum Afandi. Kapan-kapan di sambung lagi ya........
Senin, 28 September 2015
Sabtu, 26 September 2015
MUSEUM TOSAN AJI
Kunjungan ke Museum Tosan Aji di Purworejo
Kenapa saya memilih mengunjungi Museum Tosan Aji terlebih dahulu? Itu karena seumur hidup saya belum pernah yang namanya masuk ke Museum Tosan Aji. Padahal saya tinggal di Purworejo. Sungguh ironi memang. Oleh karena itu, sebelum tugas dari Bu Labibah yaitu mengunjungi museum yang ada di Jogjakarta saya laksanakan, alangkah patutnya saya mengunjungi museum yang ada di tanah kelahiran saya terlebih dahulu.Untuk itu, kepada Ibu Labibah sya mohon pengertiannya. Saya sangat berantusias datang ke Museum Tosan Aji ini, disamping belum pernah mengunjunginya juga belum pernah terbayangkan saya akhirnya akan memasuki museum satu-satunya yang ada di Purworejo.
Pertama, saya akan menjelaskan kenapa museum ini dinamakan Tosan Aji. Hal ini karena dulunya, museum ini hanya menyimpan segala macam bentuk dan kreasi senjata sederhana atau tosan aji.
Di museum ini segala yang bersangkutan dengan tosan aji dibahas. Dari cara pembuatan, wrangka (kerangka), kreasi ukuran keris, gagang keris, ada juga tombak.
Tempat Pembuatan Keris
Gambar-gambar yang saya ambil
Ini Contoh Tombak
Ini adalah peta tempat pembuatan keris yang ada di Pulau Jawa
Selain Tosan Aji ada juga benda-benda yang tersimpan di dalamnya, seperti baju prajurit jaman dahulu, baju ulama jaman dahulu, gamelan, patung-patung bersejarah, prasasti-prasasti, dan benda-benda jaman dulu.
Baju Prajurit Jaman Dulu
Baju Ulama Jaman Dulu
Ini Gamelan Yang Dulu Sering
Ini Patung-patung Bersejarah
Ini Prasasti-prasastinya
Berikut Banda-Benda Yang Sering dipakai Pada Jaman Dahulu
Sebenernya masih ada lagi yang paling fenomenal di Museum Tosan Aji yaitu patung jenglot atau patung manusia kerdil. Saat saya tanyakan dimana patungnya, petugasnya bilang kalau patung itu tidak setiap saat dikeluarkan. Hanya waktu-waktui tertentu. Yah...... sebenernya menyesal. Tapi ya sudahlah.
Nah sekian kunjungan saya, kapan-kapan disambung lagi. Terimakasih
Langganan:
Komentar (Atom)





































































